August 12, 2008

Reconstruction a.k.a Membangun Kembali,,

Looking at the mirror and find the reflection which not mine,, because I never really looked,,

Seperti dalam suatu penyangkalan,, menganggap bahwa diri sendiri bukan orang yang seperti ini atau seperti itu,, tapi yang begini dan begitu,, dan mempercayainya sepenuh hati,, tapi saat terjun di dunia nyata,, semua menjadi sebuah kepalsuan,,
Hey, ini bukan diriku!

Aku seperti tidak mengenali diriku sendiri sehingga terbesit tanya,, Benarkah bayangan di cermin itu aku? Lalu mengapa berbeda dengan kenyataannya?

Aku yang meneriakkan prinsip-prinsip pribadi dalam sebuah rangkaian kata-kata dalam blogku,, prinsip-prinsip yang aku kira aku anut,, tidak sesuai dalam wujud sikapku,, Itu semua hanya omong kosong belaka,, ternyata Marissa Aulia alias Icca yaitu gw,, Seseorang yang penuh dengan kepalsuan! Orang yang selama ini melihat kembali dalam pantulan sebuah cermin saat aku melihatnya,, hanya Berani Bicara,, tapi Tidak Berani Berbuat, Tidak Berani Bertanggung jawab, terlebih Tidak Berani Introspeksi diri,,

Pengalaman hidup hanya membuat aku mengulang kesalahan yang sudah-sudah,, jatuh di lubang yang sama,, tidak bisa belajar darinya untuk menjadi seseorang yang lebih baik dalam bersikap dan menentukan pilihan,, Aku masih tetap gadis bodoh yang sama,, yang tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab,, Gadis yang 10 tahun lalu, lima tahun lalu, atau satu tahun lalu,, tetap gadis yang sama dengan yang hari ini,,

Hidup yang dianugrahkan Tuhan, bukannya gw jaga dengan baik,, gw lindungin,, tapi justru selalu gw posisikan ke dalam ‘bahaya’ sehingga menjadi boomerang buat diri gw sendiri,,

Entah karena gw terlalu bodoh atau terlalu naïf,, selama ini gw menggap ‘Tidak ada tempat yang aman lagi di dunia’ tapi kenyataannya justru Diriku sendirilah yang membuatku berada di tempat tidak aman,, Karena Dunia ini akan selalu seperti ini,, gw ga bisa berharap banyak dunia akan berubah seperi yang gw inginkan,, seharusnya gw yang berusaha menemukan cara untuk menempatkan diri di dunia ini sehingga gw bisa merasa aman dan jauh dari bahaya,, dan gimana caranya gw bisa ‘survive’ ngejalani hidup gw dengan segala tantangannya,, Hey bukankah gw menyebut diri gw sendiri seorang ‘Survivormatic’,, ternyata gw salah menilai diri gw sendiri,, lagi-lagi semua Palsu!,,

Jiwa-ragaku sakit,,
Bukan karena perubahan cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu,, tapi karena aku sudah benar-benar melihat bayanganku di cermin itu,, dan ia benar-benar ‘memukulku’ sangat keras,, aku telah mengecewakannya, membuatnya terluka dan terhina,, dan kini ia menangis karenaku,,

Seraya bercermin aku berkata,, Aku tahu ‘Berubah’ dalam sikap, tidak semudah ‘berkedip’,, tapi berilah aku kesempatan untuk berusaha membangunmu kembali,, bukan seperti seorang gadis Bodoh yang hanya mengikuti arah angin berhembus, tetapi menjadi seseorang yang Tegas dalam Bersikap! dan Berani Bilang Tidak! Menentukan arah hidupku ke jalan yang ‘benar’,, Aku akan menjadikanmu Marissa Aulia alias Icca yang seperti ini!,,

 

                            

August 02, 2008

Hey Orang Asing

Hey orang asing, Siapa kamu?
Kenapa kamu ada disini?
Kenapa kamu ada di dekatku?
Apakah kau ingin bermain-main denganku?
Atau kau ingin menetap di sisihku?
Apa sebenarnya niatmu?
Baikkah?
Burukkah?

Hey orang asing, kenapa kau diam saja?
Katakan padaku alasanmu kemari?
Kalau kau kemari untuk tinggal, bolehkah kusandarkan kepalaku di bahumu?
Kalau kau ingin menggenggam tanganku, bolehkan kau genggam dan tak kan kau lepaskan?
Kalau kau ingin mencintai aku, bolehkan aku juga mencintaimu?
Setulus hatimu dan setulus hatiku,,

Hey orang asing, kenapa kau masih saja diam?
Jangan kau biarkan aku lumpuh oleh tanyaku sendiri,,
Jangan kau biarkan aku terperangkap dalam permainan kecilmu ini,,
Tapi jika memang niatmu begitu, maka lebih baik kau pergi,,
Disini sudah tidak ada tempat untukmu bermain,,
Karena hatiku tak bisa lebih hampa lagi dari sekarang,,

Bisakah kau berkata jujur sekarang?

July 23, 2008

Love or Lust?

I’m a chicken,,
I’m afraid of horror movie, although I don’t believe in the existance of ghosts,, but I often imagine it comes in my room hunting me,, secara gw tidur sendiri,,
I’m afraid of bugs,, every little kind,, mulai dari kecoa (termasuk bugs ga si?), grasshopper, dragonfly,  lady bugs, etc,, padahal dulu gw ‘predator’ capung waktu masi kecil,,
And most of all I’m afraid of Love,,
Because I can’t Love,,
That’s why I’m also afraid of men,,
Certain kind of men,,

Cowok2 yg ngajak gw keluar harus puas bisa keluar ma gw + temen gw yang ikut nemenin,, trus gw susah banget diajak jalan dengan alasan kerja-kerja-kerja,, gw juga ga bakalan mau tuh diajak nonton,, takut!!,, gw juga maunya ketemu di luar ga mau di rumah,, jd gw bisa bawa kendaraan sendiri, ga tergantung,, gw juga sering yang menentukan dimana dan kapan ketemunya,, intinya adalah saya ‘in charge’ saat kencan dengan laki-laki,, dan sangat berhati-hati,, Lucu ya?!
Seandainya gw maw pergi berduaan n dijemput di rumah, berarti tuh cowok bener-bener bisa dipercaya,,

Menjadi idealis dan mungkin naïve dalam urusan cinta,, sungguh sangat sulit,, terutama mempertahankan prinsip-prinsip yang gw pegang dalam hal percintaan,, Mungkin karena pernah gagal berkali-kali,, some of them are very-very painful,,and it feels like it tooks forever for me to be healed,, so I’m very careful with man,, and love,,
From the moment I saw a man,, I would see him completely,,
Apakah dia perokok? Apakah giginya rapi? Berapa umurnya? Kebiasaan apa yang paling mencolok saat pertama ketemu? Kulitnya, putih ato ga? (halah!!!),, Kerjaannya apa? Cara bicaranya? Apa yang dia pakai? Alim ga? ,,
Pokoknya sebanyak mungkin informasi yang bisa gw dapat dari saat pertama bertemu dan bicara,, bahkan hal yang sangat yang sangat kecil yang dia lakukan, catch my eyes,, and I’ll be judging,,

Gw juga seorang ‘romantisan’ sejati,, secara gw adalah penggemar seri-drama korea,, (ada hubungannya ga, ya?),, maksudnya di film korea selalu digambarkan bagaimana kedua tokoh bisa jatuh cinta karena kejadian-kejadian beruntun diantara mereka yang unik kadang lucu,, romantislah,, dan kita bener-bener ditunjukin kenapa si cewek bisa suka sama si cowok dan sebaliknya,, melaui karakter-karakter mereka,, Alasannya jelas dan masuk akallah kenapa mereka bisa jatuh cinta,, and somehow I wish my story would be like them,,

Itulah kenapa saya masih menjomblo sampai detik ini!! Belom ada laki-laki yang bisa membuat saya jatuh cinta,, walaupun mereka menawarkan sebentuk cinta yang luar biasa besar,, tapi cinta hanya dari satu arah aja,, buat apa??? Meaningless,,

Lalu apa jadinya bila gw ngelanggar peraturan dari ‘permainan’ yang gw ciptakan? Segalanya menjadi seperti sebuah boomerang buat gw,, entah bagaimana caranya laki-laki ini bisa memutar balik semua keadaan itu,, dan aku hanya seperti partisipan dalam permainannya,,

Untuk pertama kalinya,, *selama menjomblo saja, tentu saja!*,, It feels like my body betrayed my mind when I was with this guy,, I cant control myself,, Aku hanya diam menikmati sensasi yang diberikannya (Not like what you think it is!), sementara otakku berteriak-teriak,, “Don’t do this, Icca!! You, stupid girl!! You’ll regret this!!Stop it!!”,,
Lalu bayangan wajah-wajah kecewa orang-orang yang kusayangi bermunculan,, yang menghentikan semua peperangan batin ini,,

I guess this is what it called ‘Lust’ not ‘Love’,, Kita sering terjebak di situasi seperti ini,, membiarkan diri kita terlena dan terbuai oleh sensasi sesaat suatu sentuhan,, tapi setelah itu apa? Hal yang berani kita lakukan tapi apa kita berani mempertanggung jawabkan segala resikonya??? I don’t think so,,

I barely know this guy,, There are many things that I don’t like about him,, like the way he read my sms and my writings in flashdisk purposely,, didn’t respect my so-called privacy,, padahal gw menjunjung tinggi banget ‘privacy’,, pasti dia adalah seorang possessive maniac yang harus dihindari,,  (Padahal baru kenal tp sy bs menjudge sebegitu jauh kan?!)
I just know him few weeks ago,, don’t know his complete name, his age, his personality, etc,,  The problem it’s not him at all,, he might be a nice guy,, he might be the one that I’ve been looking for? Who knows??
But the problem is,, I don’t love him,, I definitely don’t love him,,

And I want love,,
I want love first,,
I want to fall in love first,,
I want love,,
Please, let me love,,
Let me fall in love first,,
----------------------------------------I want Love-----------------------------------------------

I want love, but it's impossible
A woman like me, so irresponsible
A woman like me is dead in places
Other women feel liberated

I can't love, shot full of holes
Don't feel nothing, I just feel cold
Don't feel nothing, just old scars
Toughening up around my heart

But I want love, just a different kind
I want love, won't break me down
Won't brick me up, won't fence me in
I want a love, that don't mean a thing
That's the love I want,
I want love

I want love on my own terms
After everything I've ever learned
Me, I carry too much baggage
Oh man I've seen so much traffic

So bring it on,
I've been bruised
Don't give me love that's clean and smooth
I'm ready for the rougher stuff
No sweet romance, I've had enough

July 16, 2008

Prison Break (Part II) Dia sepertinya berubah,,

Dulu dia dekat denganku,,

Sepertinya dia juga menyayangi aku seperti aku menyayangi dia,,

Aku ingat dulu saat aku harus naik motor, dia meminjamiku sweaternya agar kulitku tidak terbakar sinar matahari,,

Dia juga sering memakaikan topinya padaku dengan tujuan yang sama saat aku bermain volly,,

Kami juga suka saling menulisi kaos olah raga kami,,

Tulisannya cukup baik sebagai seorang laki-laki,, bahkan lebih sedap dibaca dibandingkan denganku,, Dia pernah menuliskanku bait lagu ‘Indah, Kuingat dirimu’ dan masih kusimpan hingga kini,,


Waktu aku terkapar di rumah sakit selama berhari-hari,, jauh-jauh dia mengunjungiku tanpa menunggu teman-teman yang lain,, Juga sebaliknya,, saat dia yang terkapar di rumah sakit beberapa bulan kemudian, aku datang menjenguknya,, tapi bersama teman-teman lainnya,,


Kami suka duduk diatas bangku saat istirahat dan memandang jauh ke lapangan dimana anak-anak lain main bola,, dan tertawa saat aku salah bertanya, “Itu siapa yang jadi gawang?”,,

Dia dulu teman baikku,,

Tapi dia sepertinya berubah,,

Atau aku dahulu bukan benar-benar teman baiknya,, sehingga tidak mengenal siapa dirinya sebenarnya,,

 

Saat kulihat dia berjalan melewati ruangan,,

Aku mencuri-curi pandang untuk melihat wajahanya,,bertahun-tahun lalu aku terakhir kali melihatnya,,

Wajahnya masih sama seperti dulu,, sama seperti yang ada dalam ingatanku,,

Mungkin hanya model rambutnya yang sedik berbeda,, karena berada di tempat ini, rambutnya harus ‘cepak’,,

Dia juga melihat ke arahku,,

Mata kami sempat beradu walau hanya sekejap karena aku membalikkan pandanganku,,

Entah mengapa aku tak sanggup melihat wajahnya,,

Mungkin malu,,

Mungkin keadaan yang tidak mengenakan ini,,

Mungkin karena tempat ini yang begitu tidak akrab,,

Mungkin karena aku terjebak diantara dua sahabatku yang berseteru ini,,

Yang menyeret mereka ke dalam jeruji besi ini,,


Oh temanku,,

Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu,,

Aku ingin mengenalmu lebih jauh,,

Sehingga aku bisa memperingatimu,,

Tentang masa yang akan kau lalui,,

Bila kau masih tetap menapaki jalanmu ini,,

July 14, 2008

Prison Break in a Very Real World

Jadwal gw akhir-akhir ini masi aja sibuk buat kumpul ma temen2,, maklum program bales dendam,, semenjak gw pindah kerja yg liburnya 2x lipat dari kerjaan yang lama,, seakan gw terbebas dari perasaan ‘Dikejar-kejar waktu’ trus-menerus buat kerja,, Karena cuma libur sehari dalam seminggu (di tempat kerja lama), pas libur gw bs bikin janji langsung ma 3 temen gw sekaligus,, yg akhirnya gw malah jd keteteran bgt!!

Dan baru minggu akhir bulan kmrn gw bisa ketemu tmn gw, Ajx, buat ntn brg, itu jg biz gw pulang kerja langsung ke Sutos,, pokoknya gila-gilaan deh jadwal gw,, Hari minggu kmrn misalnya,, siang janjian jln ma LO girls di TP, biz gt mampir ke Carrefour janji ketemu temen2 kerja dulu, mlm kumpul ma temen SMA dan Nunung ngajak balikin DVD yg emg uda waktunya balikin,,

Mgkn Tuhan ngelarang gw buat forsir tenaga gw kok tiba2 temen gw SMA banyak yang ga bs dateng jd acaranya batal,, jadi gw bisa balikin DVD brg Nunung,, dan untungnya lagi dy yg jemput gw,,

Ada banyak waktu yang gw ‘curahin’ buat temen gw,, secara gw jomblo dan ga tgl brg keluarga,, yahh keluarga gw tuh temen2 gw,, senengnya punya banyak temen, jd ga penah ngerasa ‘sepi’ dan nganggur,,

Mereka,, temen-temen gw adalah orang-orang yg yang paling gw butuhin, gw percaya, gw sayangi,, tapi apakah mereka menganggap gw dengan sebaliknya? Selintas gw mikir kaya gini setelah baca sms dari temen gw yg ngasi kabar klo salah satu temen kita ‘dipenjara’ gara-gara dijebak ma temennya sendiri yg artinya juga temen gw,, dan temen gw ini ngajakin gw mengunjungi ke penjara,,

*Shock! Shock! Shock!*

Shock karena dapet kabar temen gw DIPENJARA!, dengaer kata ‘Penjara’ aja bulu kuduk gw berdiri semua,,

Shock temen gw DIJEBAK temen gw sendiri jg!,,

Shock gw harus BERKUNJUNG ke penjara!!!

Di perjalanan temen gw nanya ke gw, ‘Cha, deg-deg’an?’,, dengan enteng gw jawab,, ‘Nggalah, bukan gw yang dipenjara,, Cuma maw jenguk doang!’,, tapi yahhh karena ini pengalaman pertama buat gw ma temen gw,, kita jd nyari2 informasi sama pengunjung laen,, ternyata ada step-step yang harus kita lalui sampai kita bisa ketemu dengan penghuni penjara yang kita kunjungi,,

1. Mengambil kartu antrian dengan menunjukkan KTP

2. Setelah nomer kita dipanggil, kita masuk, membayar Rp. 3000,-/org dan menyerahkan KTP

3. Menitipkan HP dan membayar Rp. 1000,-/Hp

4. Diperiksa tas dan badan

5. Menyerahkan kertas kunjungan

6. Diantarkan ke tempat tahanan dan penghuni bertemu

7. Tahanan/temen kita masuk ruangan dengan wajah sumringah luarrr biasa (karena seneng banget kita jenguk)

Tips untuk Pengunjung:

1. Jangan bawa hp banyak-banyak (lebih dari satu)

2. Bawain makanan dan uang tunai karena makan di dalem beli sendiri alias ga disediain,, (temen gw sempet ngaku pernah ga makan 2 hari gara2 ga ada duit)

3. Jangan pake jaket (ga bakal boleh masuk)

4. Jangan pake kaos/baju warna biru muda,, ( karena tahanan pake kaos biru muda dan pas gw jg pake polo shirt warna biru muda,, untung ga disangka tahanan!!)

Mungkin uda liat kedatangan kita, temen gw tuh malah yang langsung nyamperin kita duluan dengan wajah super-sumringah,,

Persahabatan cowok tuh emang aneh dan complicated daripada cewek,, begitu 2 sahabat ini bertemu, mereka yang berpelukan, dan temen gw (si pengunjung) mencium, mengatakan bahwa dirinya kangen, dan nyeritain gimana dia bisa taw klo temen gw (si penghuni) masuk penjara,, percaya ga si?!

Saking asyiknya mereka ngobrol, temu kangen, gw dicuekin,, gw diem aja, sambil liat kanan-kiri,, pengunjung lain dan yang dikunjungi melakukan hal yang sama dengan kita,, Ada ibu mengunjungi anaknya, ada saudara mengunjungi saudaranya, ayah mengunjungi anaknya, suami mengunjungi istrinya, dan yg paling banyak adalah istri mengunjungi suaminya dan anak mengunjungi orang tuanya,, tanpa tersadar gw mengamati dengan lama salah satu pengunjung *seorang istri* yang mengunjungi suaminya,, dimana tangan mereka berpegangan dan sesekali suaminya membelai wajahnya,, hingga temanku menepuk tanganku, sehingga aku terperanjak dan menengok ke arahnya,, lalu dia menggelengkan kepalanya tanda larangan,,

Sekitar 1 jam kita bertemu lalu waktu berkunjung pun telah berakhir,, gw ma temen gw pamit,, dan berjanji akan menjenguk lagi,, entah kapan???!!,,

Saat di perjalanan pulang kita,, gw ma temen gw berkata, ‘Jangan sampe, ya?!’,, Memikirkannya,, melihat temanku,, Kalau dia adalah aku,, betapa berat cobaan yang diberikan Tuhan pada orang tuaku,, I told myself,, “Jangan sampai ya Cha,, melukai hati orang tua sebegitunya,,”   

*to be continued*

July 07, 2008

Kau Buatku Menangis,,

Hariku berlalu dengan kewajaran seperti biasanya,, dimana aku bekerja di pagi hari, istirahat di siang hari, dan dikahiri dengan bermain dengan teman-teman yang aku senangi hingga larut malam,,

Di sela waktu seharian itu, seorang lelaki mengirimiku sms secara berkala. Ada kalanya aku membaca dengan seksama dan membalas, tapi sering kali juga aku hanya membaca dan melupakannya hingga sms selanjutnya datang dengan isi yang berbeda,, terkadang smsnya seperti mengejar-ngejarku dengan pertanyaan yang tak ada habisnya sehingga membuatku sedikit ‘jengkel’,, tetapi jika tak ada jawaban dariku, maka ia akan meneleponku,,

Pertanyaannya hari itu memang sedikit janggal dari biasanya,, dia menanyakan dimana tepatnya rumahku,, hingga warna pagar pun dia tanyakan. Karena saat menelepon, aku sedang menyetir, kujawab sekenanya saja.

Sekian lama karena disibukkan oleh pekerjaan baru, baru kali ini aku ‘menyisakan’ waktu untuk bertemu dengan teman-teman ‘Akademos’ku,, begitu banyak hal yang ingin dibagi sehingga waktu seakan terbang dengan begitu cepatnya,, Malam pun semakin larut. Dengan berat hati aku berpamitan terlebih dahulu dari teman yang lain, mengingat pagi sekali aku harus kembali bekerja,,
Lelaki ini masih juga memburuku dengan sms-smsnya yang tak putus-putus,, sampai akhirnya aku berada di rumah, dan ‘melaporkannya’ padanya.

Aku berhenti di depan rumahku, keluar dan membuka pagar untuk diriku sendiri, memasukan mobilku, lalu menutup kembali pagar rumahku dan menguncinya. Aku mulai memasuki rumahku dan mendapatinya dalam keadaan gelap dan sepi seperti biasa. Aku terus berjalan menuju kamarku yang berada di lantai atas,, adalah sebuah meja makan yang pasti akan selalu aku lewati,, disanalah kutemukan rangkaian bunga tergeletak diatasnya. Aku mengambilnya dan membaca kartu yang disisipkan diantaranya. “To: My Angel” katanya,, entah sejak kapan keberadaanku di dunia disamakan bak malaikat bagi seseorang???. Tapi justru dari situ aku tahu siapa pengirimnya.

Walaupun kutahu hati ini masih tidak membiarkan dirinya untuk menerima sebentuk cinta secara pasif maupun aktif, tapi ternyata keangkuhannya bisa juga diluluhkan oleh sebentuk rangkaian sebuah bunga mawar putih dikelilingi oleh mawar merah jambu yang menurut sang pemberi bermakna diriku dalam dirinya.

Tertegun aku melihat rangkaian bunga itu,, mungkin karena caranya memberikannya membuatku terkejut, mungkin gerangan si pemberi yang tidak kusangka-sangka akan melakukannya, dan mungkin juga ketulusan hatinya yang tersirat begitu jelas,, Tapi yang pasti,, ada sebentuk perasaan muncul yang diakibatkannya,, perasaan yang telah lama hilang sejak aku tidak tinggal dengan orang tuaku. Perasaan yang kita dapati setiap kita pulang ke rumah hanya karena melihat lampu dan televisi yang masih menyala, mendengar dentingan sendok dan garpu yang beradu yang menandakan ada kehidupan di dalamnya, ada sosok yang kita kenali disana,, menunggu. Perasaan yang bisa mendamaikan hati, menyapu semua peluh, dan membawa kelegaan karena telah berada di rumah. Iya,, benar,, keberadaannya seakan memberi perasaan padaku bahwa “Kemana pun aku pergi, disana ada seseorang yang menungguku untukku kembali”,, Di dalam kegelapan dan kesunyian rumahku, aku pun mulai menangis.

June 12, 2008

Kukatakan Dengan Indah

kukatakan dengan indah
dengan terbuka
hatiku hampa
sepertinya luka
menghampirinya

kau beri rasa
yg berbeda
mungkin kusalah
mengartikannya
yang kurasa cinta

* tetapi hatiku
selalu meninggikanmu
terlalu meninggikanmu
selalu meninggikanmu

** kau hancurkan hatiku
hancurkan lagi
kau hancurkan hatiku
tuk melihatmu

kau terangi jiwaku
kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku
tuk melihatmu


membuatku terjatuh
dan terjatuh lagi
membuatku merasakan
yang tlah terjadi
semua yang terbaik
dan yang terlewati
semua yang terhenti
tanpa kuakhiri

-Peterpan-

May 03, 2008

Aku Ingin Bertemu

Aku ingin bertemu,,
Aku ingin bertemu dengannya selalu,,
Aku ingin bertemu dengannya teramat sangat,,

Aku tak tahu lagi,,
Mana mimpi, mana kenyataan?
Mimpi tentangnya terasa begitu nyata,
Kenyataan bertemu dengannya tampak seperti mimpi belaka,,

Aku merasa begitu hampa,,
Ada banyak hal yang ingin kuberikan untuknya
Tapi tak bisa kuberikan,,
Aku tak bisa melakukan apa-apa,,

Aku bahkan tidak melakukan apa-apa,,
Aku tidak melakukan apa-apa,,

March 24, 2008

THE POOL (The Young and the Foolishness)

Malam sudah semakin larut saat aku berjalan di jalan ini dengan dia di sampingku,, Sepertinya sudah lebih dari beratus malam yang lalu jalan ini pernah kulalui bersamanya,, yang membuat pikiranku melayang-layang mencari suatu ingatan itu,, Seratus malam yang lalu,, dan sepertinya bukan hanya aku saja yang berusaha mengenang kembali ke malam itu,, karena akhirnya dia berkata saat hamparan gelombang biru tenang mulai tampak dalam pandangan,, “Remember?”,,

Seratus malam yang lalu,,
Mungkin aku gila, atau mungkin bodoh,, hanya dengan mendengarnya berkata dalam telepon beberapa menit yang lalu,, “Meet me at… midnight…”,, dan sekarang aku berjalan seorang diri di tengah malam buta dalam sepi hanya untuk menemuinya,, Memang sepertinya akal sehatku sudah keluar dari kepalaku,, dan mungkin memang aku sudah tidak ada akal sehat lagi,, yang ada hanya kegilaan,, karena nyatanya aku punya keberanian ini sebesar ini untuk keyakinan yang hampir tak kumiliki,,
Sungguh aku sangat tidak mempercayai diriku sendiri,,

Kupercepat langkah kakiku,,
Aku hanya ingin sampai ke tujuanku tanpa terlihat oleh siapapun,, karena aku pun tak ingin orang lain sampai melihatku, terlebih menyapaku dan bertanya “Where are you going this late, Ca?”,, aku tidak punya jawaban untuk pertanyaan sesederhana itu dan aku juga tidak mempersiapkan diriku mendapat pertanyaan itu,, Seandainya itu benar-benar terjadi aku hanya bisa menjawab,, “Well, you know, I’m going crazy!”,,

Saat aku sampai disana, dan kenyataan bahwa dia tidak ada disana menampar wajahku keras-keras,,
Hatiku mulai memperolok diriku sendiri,, “See,, who’s the biggest loser now?You’re so stupid, Ca!Look at yourself!”,, tapi entah kenapa kakiku tetap tak segera beranjak dari situ,, aku tetap menunggunya disana,,

Setiap menit yang berlalu terasa seperti ratusan menit,,
Semakin lantang makian dalam otakku pada diriku sendiri,, Ingin rasanya aku berlari kembali ke tempatku berasal,, menyumpahi diriku sendiri sepanjang malam,, dan membiarkannya memperalat otakku hingga pagi menjelang,,
Tapi nyatanya, aku tetap disana menunggunya dalam diam dan sunyi,,
Sesekali seseorang tak ku kenal berlalu dihadapanku sambil memandang penuh tanya,, aku tak mempedulikannya,,

Entah berapa menit sudah berlalu,, sampai akhirnya kulihat dirinya berlari dari kejauhan,, semakin lama semakin dekat,, dekat,, dan dekat,,
Bagaikan seorang pahlawan hari itu yang membawakanku sebongkah kepercayaan diri,,
Aku pun mulai mengatai balik bagian diriku yang lain dengan penuh kemenangan,, “See I ‘ve told you!!He’ll come!!He wont let me down!!”,, hingga dia akhirnya tiba dihadapanku dan berkata, “I’m sorry I’m late.”,, dan membeberkan alasan masuk akal yang sudah tak begitu ada artinya lagi bagiku,,
Bagiku yang terpenting adalah kehadirannya, sehingga aku bisa yakin akan kewarasan diriku yang kuragukan sejak tadi,,

Apa yang kemudian terjadi antara aku dan dia malam itu menjadi satu alasan utama yang membuat aku dan dia kembali berjalan berdampingan di jalan ini,, malam ini,, aku dan dia,, sejenak dalam suatu ingatan masa lalu yang mengantarkan kami kembali ke masa sekarang,,
Dengan sedikit tersipu aku tersenyum dan berkata, “Yes, I remember.”

March 09, 2008

Laki-laki seperti dia,,

Jakarta, 3 Maret 2008

Sore hari itu dipadatnya antrian busway di halte Senen,, aku dan saudariku memaksakan diri masuk ke dalam busway berdesakan dengan penumpang lain,,
Tak ada pilihan lain,, karena kita tak tahu berapa lama busway yang selanjutnya akan tiba dan juga kemungkinan besar keadaannya juga sama penuh,,
Di dalam sesaknya busway itu tidak ada bagian tubuh lain yang bisa digerakkan selain tangan untuk meraih gelang-gelang dan tiang memanjang sebagai pegangan di atas kepala,, dan kepalaku, untuk sekedar menengok, mendongak atau mengangguk,,
Lalu kumengalihkan pandanganku ke samping kananku,, Kumelihat seorang wanita bernasip sama sepertiku berdiri terhimpit,,
Satu perbedaan kami berdua yang mencolok adalah pegangan kami,, Sementara tumpuanku hanya gelangan yang kupegang erat di atas kepalaku,, dia bertumpu kepada lengan seorang lelaki di hadapannya yang dipegangnya erat,, aku menduga laki-laki itu adalah suaminya,,
Lelaki itu,, saat yang sama juga sedang menggendong seorang anak laki-laki -yang kemungkinan besar adalah anaknya- berusia kurang-lebih tiga tahun,,
Tertegun aku melihatnya,,
Lelaki itu,,
Suami wanita itu,,
Bahkan dalam keadaan sesederhana ‘berdiri terhimpit dalam busway’ tercermin sosok lelaki seperti apa dia,,
Satu tangannya menggendong anaknya, satu tangan lainnya berpegangan pada tiang di atas kepalanya untuk menjaga keseimbangan dirinya sendiri yang artinya juga untuk istri dan anaknya,,
Sesesaat aku mengganti tumpuan dari tangan kiri ke tangan kanan karena merasa tangan kiriku mulai lelah dan kebas sambil terus memandanginya,,
Aku menimbang-nimbang berapa kilogram berat anak lelakinya,, mungkin sekitar 15 kilogram,, lalu berat badan laki-laki itu yang cukup tinggi dan besar, mungkin 80 kilogram,, ada saat dia mengganti ‘pekerjaan’ antara tangan kanan dan kirinya dengan bantuan isterinya,, dan ringisan di mimik wajahnya,, tapi tak sekalipun kumendengarnya berkata, “berat”,, meminta bergantian menggendong anaknya dengan istrinya atau berniat menurunkan anaknya,, malahan dia masih sempat mengalihkan perhatian anaknya –dari keadaan kurang mengenakan- dengan menanyakan keadaannya atau pemandangan di luar jendela,,
Mungkin terlalu lama aku memandang sehingga obyek pandanganku ini pun merasa,, dia membalas pandanganku dengan senyuman,,
Begitu tampan,,
Ketampanan yang terlihat jelas dari sikapnya,,
Aku membalas senyumannya,,
Dan seketika itu aku merasa sangat jatuh hati pada laki-laki itu,,
Ya,, aku jatuh hati pada laki-laki seperti dia,,

Sekedar informasi lelaki itu baru menurunkan anak lelakinya setelah sampai di stasiun UKI,, dimana dia dan keluarga kecilnya begitu pula aku dan saudariku keluar dari busway yang penuh sesak itu,, Dari Senen-UKI mungkin memakan waktu sekitar setengah jam,,
Bisa dibayangkan bagaimana ‘rasanya’ mengangkat beban seberat 15 kilogram selama 30 menit non-stop ditambah berat badannya sendiri,,